Postingan Populer
Senin, 05 Oktober 2015
freestyle darbuka
Sedikit mengulas pemikiran lama
tentang seni bahwa seni secara subyektif merupakan ekspresi yang bersifat
estetis hasil cipta dan karsa manusia sedangkan secara obyektif seni artinya
juga kemahiran dalam membuat sebuah karya.
Apa yang anda lakukan bila anda adalah pemain darbuka yang cukup berpengalaman, anda tahu banyak teknik, anda tahu banyak referensi, anda sibuk duduk latihan teknik rutin berjam jam setiap hari selama bertahun tahun dan anda jujur bahwa diri anda adalah seorang pecinta darbuka sejati. Anda pastinya cenderung suka dan kecanduan bermain freestyle.
Tentang freestyle itu sendiri adalah merupakan gaya permainan yang didasari oleh prinsip kebebasan berekspresi dan mengandalkan kemahiran berimprovisasi dari pemain yang bersangkutan. Modal seorang "freestyler" adalah diantaranya telah melalui tahap latihan yang cukup sehingga sanggup untuk menguasai secara baik semua jenis teknik permainan. Mempunyai wawasan yang cukup tentang cara cara berimprovisasi yang menyangkut wawasan tentang unsur waktu dalam musik, penciptaan tema berikut pengolahannya sehingga menghasilkan variasi variasi yang banyak dari tema tersebut dan kemudian kemampuan untuk mengemasnya secara menarik menjadi frase frase dan kalimat ritmik . Semua unsur tersebut dalam prakteknya terapkan secara bersamaan antara satu dengan yang lain, tidak ada kesempaatan berfikir atau ragu, jadi ya tinggal gebuk saja.
Permainan darbuka secara alamiah pada saatnya akan memancing seorang pemain menjadi freestyler sebab basicnya kegunaan darbuka dalam sebuah suguhan musik adalah sebagai penghias atau pemberi ornamentasi dalam irama, darbuka bermain diatas iringan alat musik lain terlebih apabila musik itu ditujukan untuk mengiringi tarian, disitu sudah pasti darbuka akan menjadi alat utamanya yang dominan. Tugas tersebut tidak mudah dan hanya cocok diberikan untuk mereka yang berlatih khusus untuk itu.
Di Indonesia semangat untuk bermain freestyle tergolong masih baru karena sebelumnya keberadaan darbuka di nusantara kebanyakan hanya difungsikan sebagai pengiring saja untuk jenis jenis musik tertentu. Maka seiring dengan semakin luasnya penggunaan internet maka referensi para pemain pun bertambah dari banyaknya tontonan darbuka show di Youtube. Keadaan yg demikian itu membuat suasana kondusif bagi munculnya genre baru dalam musik perkusi yakni Darbuka Freestyle. Gaya baru ini mulai sedikit marak disana sini, khusus nya di jakarta, ada beberapa festival musik islami yang menyuguhkan "darbuka battle" sebagai hiburan.
Apa yang anda lakukan bila anda adalah pemain darbuka yang cukup berpengalaman, anda tahu banyak teknik, anda tahu banyak referensi, anda sibuk duduk latihan teknik rutin berjam jam setiap hari selama bertahun tahun dan anda jujur bahwa diri anda adalah seorang pecinta darbuka sejati. Anda pastinya cenderung suka dan kecanduan bermain freestyle.
Tentang freestyle itu sendiri adalah merupakan gaya permainan yang didasari oleh prinsip kebebasan berekspresi dan mengandalkan kemahiran berimprovisasi dari pemain yang bersangkutan. Modal seorang "freestyler" adalah diantaranya telah melalui tahap latihan yang cukup sehingga sanggup untuk menguasai secara baik semua jenis teknik permainan. Mempunyai wawasan yang cukup tentang cara cara berimprovisasi yang menyangkut wawasan tentang unsur waktu dalam musik, penciptaan tema berikut pengolahannya sehingga menghasilkan variasi variasi yang banyak dari tema tersebut dan kemudian kemampuan untuk mengemasnya secara menarik menjadi frase frase dan kalimat ritmik . Semua unsur tersebut dalam prakteknya terapkan secara bersamaan antara satu dengan yang lain, tidak ada kesempaatan berfikir atau ragu, jadi ya tinggal gebuk saja.
Permainan darbuka secara alamiah pada saatnya akan memancing seorang pemain menjadi freestyler sebab basicnya kegunaan darbuka dalam sebuah suguhan musik adalah sebagai penghias atau pemberi ornamentasi dalam irama, darbuka bermain diatas iringan alat musik lain terlebih apabila musik itu ditujukan untuk mengiringi tarian, disitu sudah pasti darbuka akan menjadi alat utamanya yang dominan. Tugas tersebut tidak mudah dan hanya cocok diberikan untuk mereka yang berlatih khusus untuk itu.
Di Indonesia semangat untuk bermain freestyle tergolong masih baru karena sebelumnya keberadaan darbuka di nusantara kebanyakan hanya difungsikan sebagai pengiring saja untuk jenis jenis musik tertentu. Maka seiring dengan semakin luasnya penggunaan internet maka referensi para pemain pun bertambah dari banyaknya tontonan darbuka show di Youtube. Keadaan yg demikian itu membuat suasana kondusif bagi munculnya genre baru dalam musik perkusi yakni Darbuka Freestyle. Gaya baru ini mulai sedikit marak disana sini, khusus nya di jakarta, ada beberapa festival musik islami yang menyuguhkan "darbuka battle" sebagai hiburan.
sejarah singkat SDI (Serikat Darbuka Indonesia)
SEJARAH SINGKAT
Berawal dari semangat tempur tinggi
untuk menguasai teknik permainan darbuka , tersebutlah dua orang pemain perkusi
yang dipertemukan oleh medsos myspace tahun 2008 di sebuah komplek perumahan di
bukit cinere gandul depok. Dua orang tersebut beberapa tahun kemudian akan
dikenal sebagai pendiri Serikat Darbuka Indonesia, mereka adalah LUTHFI
GHOSTFINGERS dan DAOOD DEBU. Mereka berdua sering jumpa untuk latihan bersama,
sharing pengetahuan, berbagi semangat dan berbagi impian dan cita cita
Setelah sekian kali bertemu maka
tercetuslah ide untuk mengajak orang lain untuk bergabung sehingga bisa lebih
ramai. Ide itu kemudian berlanjut. Tak disangka sangka ternyata gayung
bersambut, ada banyak yang ingin ikutan bergabung, mereka datang dari seluruh
pelosok jabodetabek. Maka setelah itu tak lama kemudian lahirlah sebuah nama
untuk komunitas ini yakni JAKARTA DARBUKA CLUB (JDC). Klub darbuka ini adalah
yang perdana dan kemudian menjadi pionir pembentukan klub darbuka di daerah
daerah lain diseluruh Indonesia
JDC dan Facebook
Eksistensi JDC dan SDI tidak bisa
dilepaskan dari facebook sebagai medsos terbesar pada waktu itu sampai saat
ini. JDC sebagai klub yang masih embrio mempromosikan dirinya di medsos
fenomenal ini di tahun 2009/2010 sebagai sebuah strategi merekrut anggota baru
dan ajang promosi kegiatan klub.
Keanggotaan JDC pada awalnya hanya
merekrut anggota yang akunnya menunjukan domisili pemiliknya di lokal Jakarta
selama beberapa waktu, banyak request keanggotaan yang di reject. Tapi akhirnya
kebijakan pengurus memutuskan membuka pintu untuk anggota dari daerah lain juga
karena belakangan muncul semangat untuk menyebarkan dan memasyarakat darbuka
secara nasional di Indonesia. Ini adalah merupakan kebijakan yang tepat karena
pada waktu itu JDC dalam posisi sebagai satu satunya klub darbuka di tanah air
yang bisa berhubungan langsung dengan para pecinta darbuka di mana saja.
Konten di wall JDC lama sangat
bergizi yakni berupa dokumentasi foto dan video kegiatan klub yang biasa di tag
dengan nama "Jdc Ngumpul", sharing info pembelajaran seputar
teknik permainan darbuka dan ajang komunikasi antar anggota dan ajang tanya
jawab permasalahan darbuka. Wujud konten seperti ini lah yg kemudian
menarik kawan kawan sesama pecinta untuk bergabung. Namun perekrutan
keanggotaan JDC sangatlah ketat, tercatat anggota JDC tidak pernah
menembus angka 1000, hanya sekitar 700an. Bandingkan dengan saat ini , anggota
jaringan SDI sudah menembus angka hampir 5000 orang, itupun tetap dengan
sedikit proses filterisasi, jumlah tersebut dari saat tulisan ini dibuat masih
terus bertambah.
Ditutupnya Fb Group JDC lama
Beberapa anggota Jakarta Darbuka
Club yang berasal dari daerah termotivasi membuat hal yang sama dengan kegiatan
di Jakarta. Diantara nya 2 yang pertama adalah Bandung dan Jogja. Klub klub
lain bermunculan setelah mereka. Setelah banyak maka tercetuslah ide untuk
menukar nama JDC menjadi Serikat Darbuka Indonesia pada tahun 2013 namun nama
grup di facebook sudah tidak bisa dirubah jika anggotanya dinilai sudah terlalu
banyak. Saat itu SDI bertahan sebagai sebuah konsep belaka. Pada tahun 2014
awal grup fb JDC lama ditutup dengan tujuan memperkenalkan dan memasyarakatkan
komunitas darbuka baru berskala nasional agar tidak rancu dengan keberadaan
JDC. Namun hal ini bukan berarti fungsi JDC sebagai klub juga dihentikan, klub
tetap eksis seperti biasanya, hanya untuk sementara waktu menghilang dari media
sosial. JDC muncul lagi di facebook pada paruh akhir tahun 2014.
Lahirnya Serikat Darbuka Indonesia
di facebook
Pada tahun 2013 kelahiran SDI
ditandai oleh terbentuknya 3 group facebook, masing masing yang khusus berisi
tentang pembelajaran darbuka yg dinamakan group Serikat Darbuka Course, fb
group yang berisi tentang kegiatan jual beli darbuka yang dinamakan Showroom
Serikat Darbuka Indonesia (official) dan fb group yang berfungsi sebagai ajang
komunikasi untuk para pecinta darbuka yg disebut group Serikat Darbuka
Indonesia (official).
sejarah rebana
SEJARAH REBANA
Rebana lebih sering kita jumpai sebagai salah
satu alat musik pengiring alunan syair-syair shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Alat musik ini umumnya terbuat dari kulit kambing dengan bahan baku
umumnya kayu nangka ini punya sejarah yang amat panjang.
Di abad ke-6, masyarakat Anshor Madinah
menggunakan rebana sebagai musik pengiring penyambutan kedatangan Baginda Nabi
Muhammad SAW yang hijrah dari kota Makkah. Yang pada waktu itu mereka menyambut
dengan qasidah “Thaala’al Badru” yang sampai saat ini juga sering di pakai jika
penyambutan terhadap seseorang.
Di dalam konteks dakwah, rebana di gunakan alat
dakwah ampuh melalui bidang kesenian oleh ulama’ penyebar islam terdahulu untuk
merangkul masyarakaat Indonesia yang kebanyakan menyukai kesenian musik, di
mana di dalam kesenian rebana tersebut berisi syair-syair memuji Rasulullah SAW
dan nasehat/pesan agama,
sekitar abad 13 Hijriah, seorang ulama besar dari
Hadhramaut Yaman, beliau datang ke Indonesia dalam misi berdakwah menyebarkan
agama Islam. Dalam dakwahnya beliau membawa semacam kesenian dari arab berupa
qasidah yang juga di iringi alat musik rebana. Beliau yang juga pengarang kitab
mauild “Shimthud Duror” yang berisi kisah perjalanan Rasulullah SAW yang sering
kita baca selama ini. Sampai akhirnya majelis sholawat beliau berkembang di
kalangan masyarakat sekitar.
Dengan berjalanya waktu, majelis tersebut
berkembang hingga ke seluruh Kalimantan,sumatra dan jawa, bahkan hampir di
seluruh wilayah di Indonesia ini terdapat majelis Sholawat yang pada pembacaan
qasidah biasanya di iringi dengan rebana
Di kota besar hingga desa pelosok tidak sulit
rasanya untuk menemukan tradisi kesenian yang juga peninggalan “‘Wali Songo”
ini, Sampai saat ini kesenian rebana telah akrab dengan masyarakat pecinta
Shalawat dan Maulid Nabi Muhammad SAW, dan bahkan menjadi alat music yang tidak
pernah di tinggalkan dalam pengiringan pembacaan Sholawat dan Maulid Nabi
Muhammad SAW.
arti istilah roll
Sebenarnya gak ada yg di sebut level
pukulan, tapi jika yg dimaksud adalah "roll" sebagai salah satu teknik permainan, memang ada tingkatan tergantung intensitas (kerapatan) bunyinya.
Sesuai dgn pelajaran musik,
tingkatan ROLL dibagi menjadi
–roll 1/16 dan roll 1/32. Roll yg
paling umum 1/16, roll 1/32 sangat sulit dimainkan terkecuali jika temponya sedang agak lambat. Intensitas atau kerapatan pukulan dalam roll 1/16 yaitu 1 ketuk di bagi 4 (x . . . x . . . dst) ;sedangkan 1/32 berarti satu ketuk di bagi 8 (x . . . . . . . x . . . . . . . dst) tanda X
disitu artinya pukulan yg jadi awal hitungan.
Untuk lebih memahami lagi tentang matematika hitungan ritmik bias sedikit saya singgung disini tentang
KETUKAN, PULSA, GROUPING dan BAR/MEASURE.
KETUKAN adalah bentuk nyata dari hitungan ritmik dalam satu siklus contoh dalam lagu 4/4 diri genakan menyebutkan atau menyandikan hitungan 1 sampai 4 sebelum memulai lagu.
PULSA adalah bentuk Abstrak (tidak nyata berada dalam imajinasi) dari ketukan tersebut karena 4 ketuk tidak selalu berarti
4 pulsa, 4 ketuk itu bias saja dibagi lagi jadi jadi
8 pulsa, 12 pulsa atau 16 pulsa. Definisi Pulsa adalah alternative jumlah ketukan yg dimungkinkan untuk hadir dalam satu BAR. Istilah ini khusus saya gunakan untuk menjelaskan fungsi pulsa dalam siklus hitungan dasar dalam permainan solo.
GROUPING adalah pengelompokan pulsa contoh dalam siklus yg terdiri dari 12 pulsa bias dikelompokan menjadi [ X . . x . . x . . x . .] disimbol kan menjadi 3+3+3+3 dan bias juga dikelompokan menjadi [X . . . x . . . x . . .] disimbolkan menjadi 4+4+4 ; X= ketuk keras ; x= ketuk lembut.
Pengelompokan ini bersifat bebas disesuaikan dengan kebutuhan
BAR/MEASURE adalah siklus hitungan, bila satu bar 4 ketuk maka hitungan nya berakhir diangka 4 untuk kemudian diulang lagi dari 1.
Bicara mengenai pukulan single, double, triple
dan quadruple itu adalah menyangkut aksentuasinya atau dimana kita meletakkan ketuk awalan nya yg terdengar keras. Roll juga bias tanpa aksentuasi. Istilah single, double, triple dan quadruple juga dipakai untuk menjelaskan SUSUNAN PENJARIAN (fingering)
Langganan:
Postingan (Atom)